Sesi diskusi yang dibimbing oleh Ustazah Imaro dan Ustazah Dewi bukan sekadar melatih siswa untuk berbicara, namun juga mengajarkan nilai-nilai luhur dalam komunikasi. Siswa diajak memahami bahwa menyampaikan pendapat tidak boleh mengesampingkan penghargaan terhadap pendapat orang lain. Dengan suasana hangat dan interaktif, peserta didik belajar merespons dengan argumentasi logis, serta menyimpulkan hasil diskusi dengan bijaksana. “Diskusi bukan tentang siapa yang paling keras, tapi siapa yang paling bisa mendengar,” tutur Ustazah Imaro penuh makna.
Sementara itu, Ustazah Intan hadir dengan pendekatan humanis dalam menyampaikan materi matematika dasar. “Dari empat kelas yang kulo ajar, terlihat bahwa ketakutan terhadap matematika belum sepenuhnya hilang, itu tergantung preferensi tiap anak,” ujarnya jujur namun penuh empati. Meski begitu, materi bilangan bulat, pecahan, hingga metode tusuk sate dalam pembagian berhasil menggugah semangat siswa. Perkalian angka kecil mulai dikuasai, sementara perkalian bersusun dan pembagian menjadi tantangan yang dijawab dengan berbagai strategi adaptif.
Kemeriahan hari ketiga semakin terasa dengan kesan dari beberapa peserta. Ananda Dendi, siswa asal Tangerang, mengungkapkan antusiasmenya, “Mengikuti kegiatan Super Class sangat senang dan menantang, karena guru-gurunya menyampaikan materi penuh dengan game-game dan penuh tawa.”
Sementara itu, Ananda Lami’, peserta lainnya, berbagi pengalaman hangatnya, “Kegiatan Super Class ini sangat seru, dan saya menemukan banyak teman dari berbagai daerah. Setiap usaha selalu diapresiasi dengan tanda bintang. Saya suka banget!”
Kesan positif juga datang dari para wali siswa yang mengikuti perkembangan anak-anak mereka. Ibu Istiqomah, wali dari Muhammad Ridlo Alfarabi (Kalitengah, Lamongan), mengungkapkan rasa syukurnya:
>“Alhamd lillah, setelah mencermati kegiatan Superclass, kami merasa sangat senang dan bangga. Anak-anak terlihat ceria dan antusias mengikuti kegiatan. Ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka dalam mengenal pola pembelajaran di MTs Tabah. Semoga kegiatan semacam ini terus dilaksanakan dan ditingkatkan di masa mendatang. Sukses selalu untuk madrasah tercinta.”<
Senada dengan itu, Ibu Vita, wali dari Moh. Febrian Faqihuddin (Widang, Tuban), menuturkan dengan penuh rasa haru:
>“Terima kasih buat ustadz dan ustadzah. Melihat senyum anak saya, hati saya merasa ayem. Super Class ini menjadi kegiatan yang sangat membangun untuk ke depannya.”<
https://www.facebook.com/share/v/1C1grCrnKG/
Hari ketiga ini tak hanya memperkaya aspek kognitif, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kolaboratif dan toleransi dalam belajar. Di kelas-kelas, tampak siswa yang mulai percaya diri berbicara, saling menanggapi dengan sopan, hingga tertawa bersama ketika memahami konsep matematika yang sebelumnya terasa sulit.
Super Class MTs Tarbiyatut Tholabah Kranji terus membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya tentang mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter. Di ruang-ruang kelas itu, masa depan sedang dipahat dengan logika yang tajam dan hati yang lapang.
MTs. Tarbiyatut Tholabah
𝘈𝘮𝘢𝘯𝘢𝘩-𝘗𝘳𝘰𝘨𝘳𝘦𝘴𝘪𝘧-𝘗𝘳𝘰𝘧𝘦𝘴𝘪𝘰𝘯𝘢𝘭
Comments
Post a Comment